Cara Menangani Eksim pada Bayi yang Perlu Bunda Ketahui

Published on Author Jeng SriLeave a comment

wismanusantaraherbal.com,- Eksim atau disebut juga dermatitis atopik merupakan ruam kulit yang biasanya timbul pada aank dibawah usia 5 tahun, umumnya dimulai pada masa bayi. Bagian tubuh bayi yang sering terpengaruh eksim diantaranya adalah wajah, leher, siku, dan lutut. Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan bahwa eksim bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Eksim biasanya datang dan pergi. Penyebabnya sendiri belum diketahui secara pasti, namun ada kecenderungan faktor keturunan. Seorang anak lebih mungkin mengalami eksim jika orangtuanya atau anggota keluarga dekat memiliki eksim, alergi, atau asma.

Eksim tidak menular, tetapi bersifat kambuhan. Penyakit yang menimbulkan rasa gatal ini bisa membuat bayi merasa sangat tidak nyaman. Sementara itu, menggaruk bagian kulit yang terjangkit eksim bisa menyebabkan masalah. Perhatikan ruam yang terlihat menyerupai kulit bersisik, kulit kering menebal, atau mungkin bintil-bintik merah kecil berisi cairan. Kondisi-kondisi tersebut biasanya akibat dari eksim. Jangan digaruk, karena bisa berisiko terjadinya infeksi.

Cara Menangani Eksim pada Bayi yang Perlu Bunda Ketahui

Untuk membantu proses penyembuhan dan pencegahan eksim agar tidak semakin parah, lakukan beberapa langkah perawatan kulit bayi berikut :

  • Cegah garukan

Pakaikan anak kaus kaki dan sarng tangan katun, serta pastikan kuku-kukunya senantiasa terpotong pendek. Selain itu, gunakan seprai paling lembut. Jika anak sulit tidur karena gatal, maka konsultasikan kepada dokter. obat-obatan antihistamin bisa diresepkan dokter untuk membantu agar anak tidur dengan lebih baik.

  • Mandi dan lembabkan kulit

Ketika memandikan si kecil, jangan gunakan air yang terlalu hangat bahkan panas. Sebaliknya, dianjurkan untuk menggunakan air hangat suam-suam kuku atau air dingin. Jangan juga menggosok kulit bayi, terlebih lagi dengan menggunakan waslap kasar. Mengenai sabun yang baik untuknya, sebisa mungkin gunakan yang bebas deterjen dan bebas pengharum. Jika perlu, prioritaskan sabun khusus untuk merawat kulit sensitif. Setelah selesai mandi, segera keringkan tubuh bayi dengan menepuk-nepuk menggunakan handuk yang lembut.

Ketika kulitnya masih lembab setelah mandi, segera usapkan salep atau krim pelembab untuk mencegah agar kulitnya tidak kering. Salep biasanya lebih cocok untuk eksi pada anak karena kandungan airnya lebih sedikit dibandingkan losion. Bayi yang menderita eksim perlu dihindarkan dari keim berair karena dapat menyebabkan gatal dan kemerahan. Sementara untuk pakaian, gunakan yang berbahan katun dan hindari bahan wol.

  • Gunakan bahan pemutih (Natrium Hipoklorit/Bleach)

Sebuah studi mengungkapkan bahwa berendamd di air dingin yang dicampur bahan pemutih selama 5-10 menit sebanyak 2 kali seminggu dapat membantu mengobati eksim lima kali lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan air biasa. Seorang pakar dermatologi merekomendasikan untuk mencampurkan dua sendok teh cairan pemutih untuk setiap 4 liter air mandi. Namun, jika ingin memandikan anak dengan air campuran ini, pastikan air mandi dan bahan pemutih telah tercampur secara merata sebelum memandikan anak. Selain itu, pastikan juga campuran air dan campuran pemutih ini tidak tertelan oleh anak.

  • Suhu sejuk

Selama fase kemunculan eksim, berikan anak kompres dingin pada area kulit yang terjangkit eksimbebera kali dalam sehari. Setelah mengompres, usapkan pelembab pada kulit bayi. Selain kompres dingin, pastikan juga kamar anak bersuhu sejuk untuk mencegahnya berkeringatn karena keringat dapat memperburuk kondisi eksim. Selain itu, pastikan juga kamar anak dan rumah secara keseluruhan dalam kondisi bersih, karena eksim bisa lebih buruk jika anak memiliki reaksi alergi terhadap tungau dan debu.

  • Hindari pemicu

Eksim bukanlah bentuk reaksi alergi terhadap suatu zat, namun alergen atau zat pemicu alergi, seperti asap rokok, debu, tungau, atau serbuk sari tumbuhan dapat memicu eksim. Ruam eksim juga dapat diperparah oleh suhu panas, kondisi kulit kering, gesekan dengan kulit, serta perubahan suhu. Stress juga dapat memicu perkembangan eksim. Oleh karena itu, orangtua perlu mengidentifikasi dan meminimalkan stress yang dapat memicu eksim. Bantulah anak dalam menangani stres, misalnya dengan memberikan si kecil waktu yang lebih tenang dan hiburlah dia.

  • Periksakan ke dokter

Jika beberapa langkah tersebut tidak membuat ruam membaik, maka bawalah bayi Anda ke dokter. Dokter mungkin akan meresepkan salep steroid ringan atau bentuk perawatan lainnya, seperti antihistamin, kortikosteroid topikal (obat oles), obat minum untuk menekan sistem kekebalan tubuh, fototerapi atau terapi cahaya, inhibitor topikal kalsineurin, maupun antibiotik, antivirus, atau obat antijamur untuk infeksi kulit.

Antibiotik diberikan jika eksim pada bayi berkembang menjadi infeksi yang ditandai dengan kulit berdarah dan timbul kerak atau cairan pada area kulit yang terinfeksi. Jika hanya sebagian kecil kulit yang terinfeksi, dokter bisa meresepkan krim antibiotik untuk bayi. Jika area yang terinfeksi ternyata lebih luas, mungkin bayi perlu minum obat antibiotik.

Baca Juga : Obat Herbal untuk Mengeringkan Luka Eksim yang Efektif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *