Langkah Pertolongan Pertama untuk Korban Kesetrum

Published on Author Jeng SriLeave a comment

Mungkin kita sering mendengar kasus kecelakaan hingga kematian yang disebabkan karena sengatan arus listrik atau lebih dikenal dengan istilah kesetrum. Kesetrum memang bisa berakibat fatal, seperti kematian (electrocution). Pada kondisi ini, sel-sel dalam tubuh pecah sehingga menyebabkan kematian jaringan.

Korban yang kesetrum mungkin akan terjatuh dan mengalami kontraksi otot yang menyebabkan kejang, dehidrasi, luka bakar, patah tulang, penggumpalan darah, kematian jaringan tubuh, hingga gangguan gagal napas, jantung, dan ginjal yang berujung pada kematian.

Jika terdapat salah satu keluarga atau teman yang tersengat listri, berikut ini beberapa langkah perotolongan pertama untuk orban kesetrum yang bisa Anda lakukan :

  1. Pertama putuskan sumber aliran listrik.
  2. Pindahkan sumber listrik yang diduga mengakibatkan korban kesetrum dengan menggunakan alat yang berbahan dasar kayu atau plastik (karena kedua bahan ini tidak dapat menghantarkan aliran listrik).
  3. Segera hubungi petugas medis. Saat menunggu, Anda bisa melihat kondisi korban dengan mencermati tanda vital korban, diantaranya apakah korban masih bernapas atau batuk-batuk dan apakah korban terlihat dapat bergeak atau tidak.
  4. Hindari menyentuh korban, karena dikhawatirkan masih ada aliran listrik ditubuhnya.
  5. Jika korban masih bernapas, jangan terlalu jauh memindahkan korban dari tempat jehadian. Hal ini untuk menghindari cedera lain yang mungkin terjadi pada korban.
  6. Tetap temani korban dan tutupi tubuhnya dengan selimut sambil menunggu petugas medis datang.
  7. Jika Anda melihat korban tidak bernapas, lakukan resusitasi jantung paru-paru. Langkah-langkahnya adalah :

    – Kompresi dada dapat dilakukan dengan meletakkan satu tangan diatas tangan yang lain dan menekan dada korban dengan kuat. Kompresi dada ditujukan untuk membantu aliran darah menuju jantung dan otak korban.
    – Lakukan gerakan menekan dengan menjaga lengan dan bahu lurus diatas tangan.
    – Lakukan dengan kecepatan 100 kali permenit
    – Dorong dengan keras dan cepat. Penolong tidak perlu takut dan ragu untuk melakukan kompresi dada yang dalam, karena risiko ketidakberhasilan justru terjadi ketika kompresi dada yang dilakukan kurang dalam. Kedalaman kompresi yang disarankan adalah sekitar 5-5.5 cm.
    – Anda dapat berhenti jika korban mulai bernapas atau petugas medis sudah datang.

  8. Baringkan korban jika memungkinkan, posisi kepala lebih rendah dari kaki agar aliran darah cepat menuju jantung.

Agar tidak terjadi kecelakaan kesetrum atau paling tidak meminimalisir jenis kecelakaan ini, kita bisa melakukan beberapa hal seperti membuat desain yang tepat dan benar untuk instalasi dan pemeliharaan perangkat listrik, memberikan pengetahuan masyarakatn tentang perangkat dan bahaya serangan listrik, serta menjauhkan segala hal yang ada hubungannya dengan arus listrik dari jangkauan anak-anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *