Penyakit Malaria dan Penyebabnya

Published on Author Jeng SriLeave a comment

penyakit malaria dan penyebabnyaPenyakit malaria merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh parasit yang bernama Plasmodium. Penyakit  ini ditularkan melalui gigitan nyamun yang bernama nyamuk Anopheles yang telah terinmfeksi oleh parasit  tersebut. Didalam tubuh manusia plasmodium akan berkembang biak di organ hati kemudian menginfeksi sel  darah merah yang akhirnya menyebabkan penderita mengalami gejala-gejala malaria aseperti pada gejala  influenza. Jika tidak segera diobati maka akan semakin parah dan dapat terjadi komplikasi yang dapat berujung  pada kematian. Penyakit ini paling banyak terjadi didaerah tropis dan subtropis dimana parasit Plasmodium dapat  berkembang denganbaik begitupula dengan vektor nyamuk Anopheles.

Nyamuk yang biasa menyebarkan parasit ini adalah nyamuk betina yang sebelumnya telah terinfeksi oleh parasit  plasmodium. Selain melaui nyamuk, penyakit ini juga dapat menyebar melalui beberapa hal, seperti transfusi  darah, transplantasi organ, serta jarum suntik yang telah terkontaminasi. Ibu hamil juga dapat menularkan  penyakit malaria pada bayinya. Banyak yang mengira bahwa penyakit malaria sama dengan penyakit demam  berdarah karena memiliki gejala yang hampir sama dan sama-sama ditularkan oleh nyamuk. Namun, perlu  diketahui bahwa keduanya merupakan penyakit yang berbesa. Malaria disebabkan oleh nyamuk Anopheles yang  telah terinfeksi oleh parasir plasmodium, sedangkan penyakit demam berdarah disebabkan oleh nyamuk Aedes  Aegypti yang membawa Virus Dengue.

Berdasarkan data dunia, penyakit malaria membunuh 1 anak setiap 30 detik. Sekitar 300-500 juta orang  terinfeksi dan setiap tahunnya sekitar 1 juta orang meninggal karena penyakit ini. Gejala malaria hampir mirip  dengan gejala penyakit flu biasa. Penderita mengalami demam, menggigil, nyeri otot persendian, dan sakit kepala.  Selain itu penderita juga akan mengalami mual, muntah, batuk dan diare. Gejala yang khas dari malaria yaitu  adanya siklus menggigil, demam dan berkeringat yang terjadi secara berulang. Pengulangan dapat terjadi setiap  hari, dua hari sekali, atau tiga hari sekali tergantung jenis malaria yang menginfeksi. Gejala lainnya yaitu   warna kulit menguning akibat rusaknya sel darah merah dan sel hati.

Pada beberapa kasus, parasit penyebab malaria dapat bertahan dalam tubuh manusia selama beberapa bulan.  Sementara itu, infeksi akibat parasit Plasmodium falciparum biasanya lebih serius dan lebih mengancam jiwa.  Sehingga ketika mengalami gejal-gejala awal, disarankan untuk melakuna pemeriksaan ke dotkter agar dapat  mendapatkan peananganan yang tepat.

Penyebab Penyakit Malaria

Penyakit bmalaria disebabklan oleh parasit yang termasuk ke dalam jenis Plasmodium, yang media  penyebarannya melalui nyamuk anopheles betina. Nyamuk tersebut terinfeksi oleh plasmodium dari gigitan yang  dilakukan terhadap seseorang yang sebelumnya telah tejangkit oleh parasit tersebut. Hingga saat ini terdapat  empat jenis plasmodium yang mampu menginfeksi manusia, diantaranya yaitu :

  • Plasmodium Vivax
  • Plasmodium Malariae
  • Plasmodium Falciparum
  • Plasmodium Ovale

Plasmodium falciparum merupakan jenis plasmodium yang paling berbahaya dan dapat mengancam jiwa.  Sedangkan jenis plasmodium yang paling sering ditemukan pada penderita penyakit malaria adalah jenis  plasmodium vivax.

Penyakit malaria dapat discegah dengan beberapa hal berikut :

  • Menghindari gigitan nyamuk, misalnya tidur dengan menggunakan kelambu, menggunakan obat nyamuk,  memakai obat oles anti nyamuk, memasang kawat kasa pada ventilasi, menjauhkan kandang ternak dari rumah,  serta mengurangi intensitas berada diluar rumah ketika malam hari.
  • Pengobatan pencegahan, 2 hari sebelum berangkat ke daerah malaria, dengan pemberian obat yaitu minum obat  doksisilin 1 x 1 kapsul per hari hingga 2 minggu setelah keluar dari lokasi endemis malaria.
  • Membersihkan lingkungan dengan menimbun genangan air, membersihkan lumut, dan membersihkan  lingkungan sekitar.
  • Menebarkan ikan pemakan jentik dapat menekan kepadatan nyamuk. Misalnya ikan kepala timah, nila merah,  gupi dan mujair.
  • Penanaman padi secara serempak, atau diselingi dengan tanaman kering atau pengeringan sawah secara  berkala.
  • Usakan lakukan penyemprotan rumah dengan DDT yang diusahakan oleh pemerintah.

Cara Pengobatan Penyait Malaria

Terdapat tiga faktor yang harus diperhatikan dalam pengobatan malaria, yaitu jenis plasmodium yang  menginfeksi, keadaan klinis pasien (usia dan kehamilan) serta jenis obat yang cocok untuk plasmodium  penginfeksi. Jenis obat tergantung dari daerah geografis tempat plasmodium tersebut hidup. Hal tersebut  disebabkan adanya plasmodium yang telah resisten terhadap beberapa obat pada daerah-daerah tertentu. Malaria  ringan dapat diberikan obat oral, sedangkan malaria berat yang memiliki gejala klinis perdarahan harus  diobservasi di rumah sakit dengan pengobatan intra vena.

Categories Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *