Penyakit Radang Gusi (Gingivitis)

Published on Author Jeng SriLeave a comment

Gusi sangat penting terhadap kesehatan mulut. Gusi  merupakan jaringan kokoh yang umumnya berwarna  pink karena terdapat banyak pembuluh darah yang  kecil-kecil dan rapat. Gusi membungkus tulang rahang  atas dan bawah, juga menempel pada bagian bawah  gigi, sehingga apa yang terjadi pada gigi bisa  berdampak pada gusi.

Ketika gusi mengalami peradangan makan gusi akan  bengkak dan warnya berubah menjadi lebih merah,  gusi menonjol, terkadang terlihat kekuningan  diujungnya sebagai tanda adanya nanah. Gusi bengkak  bisa menjadi sensitif dan biasanya terasa sangat sakit  bahkan terasa berdenyut seperti mau meledak. Tidak  jarang juga gusi bengkak mudah berdarah ketika  menggosok gigi. Ada banyak hal yang dapat  menyebabkan gusi bengkak, seperti kehamilan, infeksi,  mal nutrisi, dan sebagainya. Namun, yang lebih sering  menyebabkan gusi bengkak adalah radang gusi.

Penyakit Radang Gusi

penyakit radang gusi (gingivitis)Radang gusi atau disebut juga Gingivitis merupakan  inflamasi atau peradangan dari gusi yang disebabkan  oleh akumulasi plak dan bakteri. Gingivitis merupakan  penyakit gusi yang menyebabkan gusi menjadi iritasi  dan kemudian bengkak. Gingivitis merupakan salah  satu bentuk dari penyakit periodontal. Penyakit  periodontal terjadi ketika inflamasi dan infeksi  menghancurkan jaringan yang menghancurkan gigi,  termasuk gusi, legamen periodontal, dan soket gigi  (tulang alveolar). Gingivitis disebabkan efek jangka  panjang dari penumpukan plak. Plak adalah suatu  materi yang melekat yang terbentuk disekitar gigi  karena bakteri, saliva, dan sisa makanan.

Gingivitis juga bisa disebabkan karena kesalahan dalam  menggosok gigi dan kebersihan mulut yang buruk  yang memungkinkan plak menumpuk pada garis  perbatasan gusi dan gigi. Gingivitis hampir selalu  terjadi akibat penggosokkan dan flosing  (membersihkan gigi dengan menggunakan benang  gigi) yang tidak benar, sehingga plak tetap ada  disepanjang garis gusi. Jika plak tetap menempel pada  gigi selama lebih dari 72 jam, maka akan mengeras  danmembentuk karang gigi. Plak harus dihilangkan  setiap hari dengan menyikat gigi, karena akan kembali  terbentuk dengan cepat, biasanya dalam waktu 24 jam.

Resiko radang gusi dapat meningkat dengan adanga  faktor pemicu lain seperti rokok, faktor genetik,  kehamilan, perubahan hormon, stress, dan  kekurangan vitamin C dan kalsium.

Beberapa gejala yang mungkin timbul akibat dari  radang gusi ini diantaranya :

  • Gusi tampak kemerahan
  • Gusi bengkak
  • Gusi sering berdarah ketika makan atau menggosok  gigi
  • Konsistensi gusi menjadi lebih lunak
  • Bentuk gusi agak membulat (unstippling)

Penelitian terakhir menunjukkan adanya kaitan erat  antara bertumpuknya bakteri dirongga mulut dengan  penyakit berat lainnya, seperti diabetes, serangan  jantung, infeksi darah, hingga soal bayi dengan berat  yang tidak memadai. Radang gusi diyakini menjadi  faktor utama kasus gigi tanggal dankerusakan jaringan  penyangga gigi. Semakin lama plak dan bakteri-bakteri  bersemayam di gigi itu akan menyebabkan radang gusi  .

Cara Mencegah dan Mengobati Radang Gusi

penyakit radang gusi (gingivitis)Kondisi medis yang dapat menyebabkan atau  memperburuk gingivitis harus diatasi. Jika  penyebabnya merupakan obat-obatan, maka  pertumbuhan gusi yang berlebihan harus diangkat  melalui pembedahan. Jika kekurangan vitamin C dan  niasin, maka diberikan tambahan vitamin.

Untuk mengobati gingivitis dapat dilakukan dengan  menghilangkan penyebabnya, yaitu dengan  membersihkan karang gigi (scaling). Membersihkan  karang gigi dapat dilakukan dipraktik dokter gigi. Satu  minggu setelah pembersihan karang gigi, Anda harus  mengecek kembali apakah kondisi sudah membaik atau  belum. Jika kondisi gusi masih mengalami peradangan  atau masih belum membaik, maka berkonsultasilah  dengan dokter gigi untuk menentukan langkah yang  tepat dalam mengatasi radang gusi.

Kita juga dapat melakukan tindakan pencegahan  gingivitis. Kebersihan mulut yang baik merupakan  salah satu cara pencegahan yang terbaik untuk  melawan gingivitis. Gigi geligi seharusnya disikat  minimal 2 kali sehari denganmenggunakan dental floss  sedikitnya 1 kali sehari. Bagi orang-orang yang rentan  terhadap gingivitis, sikat gigi dan flossing dapat  disarankan setiap selesai makan dan menjelang tidur.

Semoga informasi yang kami berikan dapat  bermanfaat dan bisa memberikan sedikit pengetahuan  mengenai penyakit radang gusi. Jangan takut untuk  selalu memeriksakan kesehatan gigi dan mulut Anda  secara rutin. Hal ini dilakukan untuk mencegah  terjadinya berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut  yang mungkin terjadi.

Categories Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *