Penyakit Skoliosis dan Penyebabnya

Published on Author Jeng SriLeave a comment

penyakit skoliosis dan penyebabnyaSkoliosis merupakan kelainan pada rangka tubuh yang berupa kelengkungan tulang belakang ke samping secara tidak normal (membentuk huruf C atau S). Penyakit ini sering menyerang pada anak-anak sebelum masa pubertas. Umumnya kasus skoliosisi pada anak-anak bersifat ringan dan tidak memerlukan perawatan, namun harus diawasi secara seksama dan disarankan untuk menjalani X-ray secara rutin untum mengetahui perkembangannya.

Skiliosis memang tidak menimbulkan rasa nyeri, tapi dapat mengganggu rasa percaya diri anak. Kurva tulang belakang yang melengkung dapat mengurangi ruang didalam dada, menjadikan paru-paru tidak dapat berkembang sepenuhnya dan penderita akan mengalami kesulitan bernapas. Pada remaja, skoliosis tidak menimbulkan nyeri dan dapat mengindikasikan penyakit lain, seperti adanya tumor ditulang atau tulang belakang. Maka dari itu, deteksi dini sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya skoliosis yang lebih parah.

Penyebab Skoliosis

Kebanyakan penyakit skoliosis tidak dapat dicegah, karena sering kali kondisi ini tidak diketahui penyebabnya. Terdapat beberapa tipe skoliosis yang dikelompokkan berdasarkan penyebabnya, yaitu :

  • Skoliosis Idiopatik

Skoliosis idiopatik merupakan kasus skoliosis yang tidak diketahui penyebabnya. Menurut penelitian, sekitar sepertiga penderita skoliosis idiopatik terkait dengan faktor genetika. Penderita skoliosis idiopatik sekitar 80% dari jumlah penderita skoliosis.

  • Skoliosis Degeneratif

Skoliosis degeneratif terjadi akibat kerusakan bagian tulang belakang secara perlahan-lahan. Skoliosis jenis ini menyerang pada orang dewasa, karena seiring bertambahnya usia, beberapa tulang belakang menjasi lemah dan menyempit. Selain itu, terdapat beberapa jenis penyakit atau gangguan yang berhubungan dengan tulang belakang yang bisa menyebabkan skoliosis degeneratif, seperti osteoporosis, penyakit parkinson, motor neurone disease, sklerosis multipel, dan kerusakan tulang belakang yang terjadi akibat operasi.

  • Skoliosis Kongenital

Skoliosis kongenital atau bawaan disebabkan karena ketika bayi dalam kandungan tulang belakang yang tidak tumbuh dengan normal.

Biasanya, skoliosis terlihat untuk pertama kalinya pada masa remaja (ketiak percepatan pertumbuhan). Pertumbuhan memang merupakan faktor resiko terbesar terhadap memburuknya pembengkokan tulang punggung. Faktor resiko lain yang dapat memperburuk kondisi skoliosis adalah :

  • Jenis Kelamin. Lengkung pada anak perempuan cenderung memburuk jika dibandingkan dengan anak laki-laki.
  • Usia. Semakin juda usia munculnya skoliosis, maka semakin besar kemungkinan menjadi lebih parah.
  • Sudut Kurva. Semakin besar sudut, maka semakin besar kemungkinan akan memburuk.
    Lokasi. Skoliosis dibagian tengan atau bawah tulang punggung lebih kecil kemungkinannya menjadi buruk dibandingkandengan skoliosisi dibagian atas.

Gejala skoliosis dapat dilihat dari perubahan penampilan dada, pinggul, atau bahu. Berikut beberapa gejala daru skoliosis yang dapat terlihat dari penampilan fisik :

  • Salah satu pinggul tampak lebih menonjol
  • Penderita skoliosis mungkin condong ke satu sisi
  • Salah satu tulang belikat tampak lebih menonjol
  • Salah satu bahu lebih tinggi

Gejala skoliosis pada anak mungkin tidak disadari karena biasanya tidak menyebabkan rasa sakit dan kemunculannya perlahan. Jika para orang tua menduga anak mengalami gejala skoliosis, segera temui dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Categories Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *