Tips Agar Anak Mau Minum Obat dengan Mudah

Published on Author Jeng SriLeave a comment

Kondisi kesehatan si kecil yang terganggu sering membuat orangtua merasa khawatir. Namun, ketika akan diberikan obat, tidak jarang anak juga menolak untuk minum obat. Bahkan, bukan hanya berteriak histeris, tapi juga bisa bergerak tak tentu arah.

Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena dikutip dari tulisan Dr. Dono Baswardono, Graph, Psych, AISEC, MA, Ph.D, yang merupakan seorang psychoanalyst, graphologist, sexologist, serta marriage & familiy therapist melalui laman blognya donobaswardonoparenting, menyebutkan bahwa ada 8 cara yang bisa para orangtua lakukan agar anak mau minum obat dengan mudah, diantaranya :

  • Hindari pemaksaan secara fisik

Jika Anda mulai memagang erat anak untuk memberinya obat, maka pada kesempatan berikutnya Anda terpaksa akan melakukannya lagi dan lagi. Nah, jika Anda sudah sampai memaksa anak secara fisik untuk minum obat secara teratur, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter atau operawat untuk mendapatkan saran profesional.

  • Jelaskan bagaimana obat membuatnya sembuh

Anak kecil tidak selalu memahami bagaimana cara kerja obat. Selaku orangtua, Anda bisa menjelaskan dengan mengatakan bahwa obat ini akan membantunya merasa lebih baik agar anak bisa segera kembali bermain. Anda juga bisa menjelaskan apa yang bisa dicapai oleh obat tersebut. “Tadi malam kamu tidak terbangun sama sekali. Nah itu karena obat sudah mengambil rasa sakitmu.”

  • Jelaskan konsekuensi-konsekuensinya

Jika anak menolak minum obat, jelaskan bahwa ia sedang membuat pilihan yang memiliki beberapa konsekuensi. Anda bisa mengatakan, “Berarti Mama sedang melihat kamu sengaja memilih untuk tetap diam di rumah dan tidak pergi keluar untuk bermain, kecuali kamu mau minum obat ini.”

Dan jika ia tetap tidak mau minum obat dan Anda nyari memaksanya, maka cobalah untuk mengatakan, “Mama lihat kamu memilih untuk agar Mama yang meminumkan obat daripada minum sendiri.”

  • Berikan pilihan kapanpun Anda bisa

Minum obat adalah hal yang tidak boleh dinegosiasikan, tetapi hal-hal lainnya bisa. Bahkan pilihan palinh sederhana akan memuaskan kebutuhan anak yaitu rasa kontrol terhadap keadaan dan tubuhnya. Berikan dua pilihan sederhana, seperti apakah anak ingin minum obat sebelum berpakaian atau setelahnya, atau setelah minum obat si kecil mau jus apel, jeruk, atau anggur.

  • Buatlah rasa obat menjadi lebih enak, asalkan disetujui dokter

Terkadang obat cair yang telah didinginkan menjadi lebih mudah ditelan oleh anak-anak. Dan jika dokter Anda membolehkan, maka Anda juga bisa memasukkan obat tersebut ke dalam jus atau menambahkan rasa ke dalamnya. Tanyakan kepada dokter atau apoteker, apakah obat yang akan diberikan kepada anak rasanya tidak enak, dan apakah aman jika ditambahkan rasa ke dalamnya.

Anda juga bisa menanyakan apakah aman mencampurkan obat cair dengan jus atau makanan lainnya. Yang terpenting, bertanya terlebih dahulu kepada dokter atau perawat khusus anak-anak untuk memastikannya sebelum Anda melakukannya. Jus jeruk sering digunakan untuk menyembunyikan rasa obat yang tidak enak.

  • Beri obat pada waktu dan tempat yang sama

Ini akan mebantu menciptakan titik tertentu di rumah untuk memberikan obat dan menciptakan rutinitas. Agar bisa sesuai dengan jadwal, Anda bisa menempelkan daftarnya di pintu kulkas atau pintu kamar anak. Setiap kali selesai minum obat, mintalah anak untuk mencoretnya atau menempelkan stiker di daftar tersebut.

  • Jika anak tetap menolak, beri ia jeda

Sebelum Anda mengambil paksa hal istimewanya, cobalah untuk memberikan anak Anda semacam jeda atau istirahat sebentar. Hal ini memungkinkannya untuk menyelamatkanmukanya dan mengembalikan dirinya, baik secara fisik maupun emosional. Mungkin Anda sendiri juga perlu jeda, peluk anak atau minum air putih dan ambil nafas dalam-adlam. Tetapi, pastikan bahwa jeda berlangsung selama 5 atau 10 menit, tidak lebih. Biasnya, setelah jeda, anak maupun Anda sendiri akan lebih mudah, tidak perlu lagi berdebat.

  • Biarkan orang lain mengambil alih

Bagi anak yang benar-benar menolah untuk minum obat, maka orangtua bisa membantu tanggungjawab siapa yang harus memberi obat. Jangan hanya ibu atau ayah terus menerus. Jika ibu tidak berhasil, maka ayah bisa mengambil alih, begitu juga sebaliknya. Hal ini bisa memberikan kesempatan pada orangtua yang tengah bertugas untuk beristirahat dan membantu anak menyadari bahwa kedua orangtuanya mampu menangani perjuangan meminumkan obat ini.

Artikel terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *